Archives

All posts for the day February 14th, 2012

Biasakan Cinta Buku dan Membaca sejak Dini

Published February 14, 2012 by kinanthi09

Kata Mama dan Ayah “Buku adalah gudangnya ilmu dan jendela ilmu pengetahuan“. Dan Membaca adalah hobby yang harus dikembangkan sejak dini untuk memperoleh ilmu pengetahuan tentang apa saja. Mama dan Ayah berupaya sejak dini agar aku cinta buku dan suka atau punya hobby membaca. Karena dengan membaca ilmu semakin bertambah dan paling tidak kita banyak tahu tentang banyak hal atau ilmu pengetahuan.

gaya balita baca koran

Wah gayaku boleh juga nieh waktu masih bayi, ngikutin gaya ayah kalo lagi baca koran.

Mama banyak membelikan aku buku buku cerita dan ilmu pengetahuan. Meskipun aku masih kecil. Karena mama yakin dengan metode bercerita dan membacakan aku buku mampu menggugah rasa keingintahuanku dan menjadikan stimulus untuk perkembangan otak. Seperti kata para ahli yang sering dibaca mama dan ayah diartikel artikel itu.

balita bergaya membaca

Ini dia gayaku kalo lagi membuka buka buku cerita, sambil bercerita ini harimaunya begini, bilang ini, terus begini dan sebaginya, pasti mama dan ayah tertawa mendengarnya ūüôā

Ini dia gambarku saat aku bermain dan dengan bergaya seolah olah bercerita. Lucu kata mama kalo aku lagi bergaya membaca buku dan bercerita tentang sesuatu.. seperti kata kata “ini begini, kata kancil begitu …suatu hari…dan lain sebagainya. Mama, Ayah dan Uti sampai ketawa melihat polah tingkahku yang sepertinya sudah bisa membaca.

gaya bercerita kinan

Itu aku lagi asyik bercerita tentang "Guru harimau dan Kancil"

Mama juga membelikanku buku Halo balita dari arisan bersama sama di rumah tante lidya, mamanya kak pascal dan dedek alvin yang ada disini…. arisannya habisnya bulan february ini, benernya kata mama dapatnya pas september tapi dikirimnya ke Jawa ke rumah Oma disurabaya biar bebas Ongkir,¬† kita mudiknya september awal dah harus balik ke Bintan jadi nggak kekejar,terus¬† baru sempat terbawa sama Yang Ti dan Kung Ri kemarin. Alhamdulillah, aku suka sekali dengan buku buku “Halo Balita” hampir setiap hari aku minta dibacakan sama mama, kadang mama sambil nyuapin aku, atau kadang saat mau tidur. Aku suka sama Mio kucing saliha dan Salli. Ini dia aku bersama buku buku Halo Balita.

kinan dan buku halo balita

Aku senang sekali mama membelikanku buku "Halo Balita"

Kata mama ” Bismillah yah nduk, semoga kelak nduk suka membaca dan cinta buku”

Jalan Jalan Keliling Pulau Batam dan “Barelang Bridge”

Published February 14, 2012 by kinanthi09

Kemarin waktu ada Yang Ti dan Kung Ri, kami sekeluarga berjalan jalan keliling pulau Bintan. Sayang Yang Ti dan Kung Ri hanya tinggal 2 minggu bersama kami. Akhirnya kemarin tanggal 4 February 2011 Ayah dan Mama mengantarkan Yang Ti dan Kung Ri ke Batam, untuk berjalan jalan dulu keliling Batam untuk kemudian menginap satu malam dan esok harinya tanggal 5 February penerbangan pagi pulang ke Jawa Timur.

Wah senang sekali lagi lagi Ayah dan mama mengajakku berjalan jalan keliling Batam lagi, dulu pertama kali kayaknya pas aku umur 7 bulan-an lebih gitu keliling Batam sama Atung. Berangkat dari rumah naik kapal Roro pagi akhirnya satu jam perjalanan sudah sampai di Batam. Sudah dijemput mobil dari sebuah “Rent CAR” yang dihubungi ayah. Kami ingin berkeliling pulau Batam dan mengunjungi tempat wisata Jembatan Barelang dan pulau Galang.

Tujuan pertama adalah mengajak Yang Ti jalan jalan ke daerah Industri Galangan kapal dimana ada sebuah industri besar “Mc Dermot” berada, kemudian kearah daerah industri panbil atau muka kuning, kemudian terus kearah Barelang. Alhamdulilah sampai juga di Jembatan Barelang.

Ini dia aku berphoto bersama keluarga di Jembatan Barelang.

At Barelang Bridge Batam

Wah anginnya kencang sekali, pemandangan dari atas Jembatan Barelang indah sekali.

Kata Mama, Jembatan Barelang ini dibangung menghubungkan pulau  Batam- Rempang- Galang, makanya disingkat jembatan BARELANG, nama yang cantik yah. Ada 7 jembatan dibangun disitu. Yang paling keren jembatan pertama menuju ke pulau galang. Tujuan kami adalah ke tempat bekas kamp pengungsi vietnam atau manusia perahu dari vietnam yang pada jaman dahulu pergi meninggalkan negara mereka yang terjadi perang saudara dan akhirnya banyak terdampar di pulau daerah Keppri ini. Akhirnya UNHCR, badan PBB yang mengurusi pengungsi dan pemerintah indonesia memfasilitasi dan mengumpulkan para manusia perahu vietnam ini untuk tinggal di pulau galang dengan segala fasilitas yang dibangun oleh UNHCR dan pemerintah Indonesia. Sebelum akhirnya mereka di fasilitasi untuk mendapatkan suaka atau warga negara dari negara negara yang mau menerima mereka dan juga sebagian dipulangkan kembali kenegara mereka. Begitu cerita mama sama Kung Ri dan Yang Ti, yang aku dengar saat perjalanan kesana. Tapi sebelum masuk ke kamp pengungsi kami singgah dulu disebuah vihara yang cantik ini dia photoku saat di vihara tersebut, saat itu ada beberapa pengunjung yang nampaknya wisatawan dari luar negeri sedang bersembahyang di vihara tersebut.

kinan di Vihara pulau galang  Batam

Berpose saat di vihara pulau Galang - Batam

Dari vihara ini kami melanjutkan perjalanan kearah bekas kamp pengungsi vietnam yang tidak jauh dari situ.  Membayar Rp. 22.000 kami bisa masuk ke lokasi dengan mobil, saat masuk terlihat pemandangan monyet monyet liar bergelantungan diatas pohon pohon hutan disekitar area. Hmm..kata mama sepi, mama kayaknya agak sedikit khawatir dengan suasananya, kita melewati bangunan bekas rumah sakit, PMI, bekas barak barak atau tempat tinggal, humanity statue, pemakaman, areal sekolah dan tempat ibadah (gereja, vihara), areal penjara atau karantina, musium, kantor UNHCR, dan masih banyak lainnya. Kemudian berhenti untuk mengabadikan dalam kamera di tempat perahu milik para pengungsi yang dipajang sebagai bukti sejarah. Ini dia aku dan keluarga berphoto disitu;

kinan and family at vietnam camp galang island

Kami berpose didepan perahu yang digunakan para pengungsi dulu.

Setelah puas mengitari kawasan bekas pengunsi manusia perahu di pulau galang dan sekitarnya, kami segera melanjutkan perjalanan kembali kearah pulau Batam, saat itu jam menunjukkan pukul¬† satu kurang. Dan Mama tampaknya sudah memberi isyarat ke Ayah kalo saatnya makan siang. Akhirnya kami memilih rumah makan “wong cilik” rumah makan dengan lisensi milik wakil gubernur kepri “bapak suryo”¬† yang kedua didaerah Batam, disini menyediakan banyak menu, saat itu mama pesan bakso dan sop buntut untuk aku. Saat itu mama agak khawatir karena makanku susah dan hanya¬† sedikit. Ini aksiku di rumah makan wong cilik

rumah makan wong cilik Batam

Aksiku dirumah Makan Wong Cilik

Dari sini kita menuju kearah pelabuhan Kapal Ferry Sekupang, lewat kawasan otorita Batam yang pertama dikembangkan oleh bapak BJ Habibie, terus kearah pantai Tanjung Pinggir dimana background pantainya adalah pulau Singapura di belakangnya. Wah terlihat dekat sekali, tapi sayang cuaca panas dan berkabut jadi tidak tampak jelas tapi¬† sedikit kabur. Kapan ya Ayah dan Mama mengajakku ke pulau singapore sebagai “next destination” untuk jalan jalan? semoga secepatnya *amien

Inilah kisahku jalan jalan berkeliling pulau Batam, tapi itu belom kelar semua, belom ke arah pantai Nongsa dan juga ke tempat wisata Okarina, semoga suatu saat ayah dan mama bisa mengajakku bermain main kesana.