Cerita Kinan

All posts in the Cerita Kinan category

Episode Sayang Kakek dan Nenek: Terimakasih Atung & Uti

Published February 23, 2012 by kinanthi09

Hari ini kata mama hatinya sedang “sedih dan galau”, *galau itu apa yah artinya? mungkin kalo aku sudah besar nanti tahu apa itu arti “galau” ditambah lagi  saat melihat lihat folder photo ketemu dengan photoku saat bersama Atung dan  Uti. Atung adalah sebutanku untuk Mbah Kakung dan Uti  adalah sebutanku untuk Mbah Uti dari pihak mamaku. Kalo dari pihak ayah aku menyebutnya Yang Ti dan Kung Ri, kata mama saat itu untuk mempermudah aja biar nggak keliru. Aku dah hapal nama nama lengkap mereka lho.

Saat mama melihat photo ini sontak mama, langsung teringat dengan Uti atau Ibuknya mama. Kata mama sih waktu nulis ini sambil berkaca kaca, menahan tangis, Mama lirih mengucapkan, ” Alhamdulilah Ya Allah, aku punya ibu dan kinan,Aku sayang Ibuk, Terimakasih telah merawat dan mendidik-ku dan juga terimakasih saat ini masih direpotin untuk jaga kinan”

photo nenek dan cucu

Kinan dan Uti tampak Mesra saat berjalan jalan ke Jatim Park (6 September 2011)

 

Yang ini photo-ku sama Atung, saat aku masih bayi. Ini Atung sudah sembuh dari Thypus akut yang membuatnya harus Bed rest saat aku lahir.

” I miss u ATung”,  Terimakasih banyak untuk Atung yang “Ridho” dan malah meminta untuk UTi menjaga dan menemani hari hariku saat aku ditinggal bekerja sama Ayah dan Mama. Kinan sayang atung sangat, kinan kangen sama Atung,semoga Atung sehat selalu di Jawa dan bisa segera menengokku di Bintan,seperti tahun lalu. *noted : dipanggil Atung karena saat mulai bisa bicara aku tidak langsung bisa bilang “Kakung” tapi “Atung” makanya jadi kebiasaan sampai sekarang.

Kinan dan Atung (kakek dan cucu)

Ini saat usiaku 22 hari digendong sama Atung-ku

 

Bersama Atung, saat mudik  Lebaran September 2011.

cucu dan kakek

Itu Atung dan aku saat mudik lebaran September 2011

 

Posting ini  khusus buat mengobati “kekangenan” mama sama Atung dan juga wujud rasa terimakasih Mama buat Uti dan Atung.

We  love u Atung dan Uti

 

Cerita Sedih Kehilangan “Boneka Bealler” dan Tas Mainan saat Mudik

Published February 21, 2012 by kinanthi09

Aku pernah punya cerita sedih kehilangan mainan lho. Sampai sekarang aku masih ingat soal hilangnya  satu tas  ransel besar berisi mainanku. Buktinya aku masih suka bilang gini sama mama ” Itu lho ma boneka bellel yang hilang di speed”..nah berarti aku masih ingat sampai sekarang :). Saat itu aku, mama dan ayah serta Mbah Uti dalam perjalanan mudik dari Bintan ke Jawa, tepatnya saat itu tanggal 24 Agustus 2011. Tas ransel kami ke bawa ke penumpang lainnya di speed boat, kata mama sih mungkin tas dan isinya itu bukan rejeki kami. Awalnya kata mama aku emang sempat sedih di bandara nanyain terus mainan yang tadi dibawa tadi mana.

Ini dia mainanku yang hilang  dalam tas itu, *untung sudah terabadikan dalam kamera sama mama.

Kinan dan Mainan yang hilang

Ini aku dan Uti berpose dengan mainanku yang akhirnya hilang dalam perjalanan Mudik 2011 (Saturday, August 06, 2011, 6:02:52 PM) sebelum

Kinan dan mainan yang  hilang

Tumben tumben mama motoin aku dengan mainan-ku, mungkin firasat mama kali yah 🙂

Dalam tas itu isinya ada boneka barney kesayangku, boneka bantal gajah, boneka bealler kesayanganku, boneka kelinci, satu box cd-cd kesayanganku, 6 pasang baju, helm kecil, dan beberapa pernik pernik kecil lainnya.Tapi mama masih belom berani ngasih tahu yang sebenarnya sampai akhirnya di beliin mainan baru saat kita nginep di Yogyakarta dan juga sampai di”hometown” ayah dan mama.

Kinan saat bermain dengan mainannya sebelum hilang dalam perjalanan mudik.

boneka bealer

Ini kinan saat bermain dengan boneka Bealer barunya saat usianya 1 tahun lebih 1 bulan

boneka bealer

Saat bermain dengan boneka bealernya usia 1 Tahun 6 bulan 5 hari

kinan dan boneka bealler

aku dan boneka bealler-ku saat bermain, "aku suka sekali boneka ini"

Boneka bealler ini saat itu jadi kesayangan-ku, boneka ini dibelikan mama di Matahari Nagoya Plaza, Batam. Awalnya aku lihat punya kak aliya anaknya om dede dan terlihat suka abis itu setelah lebaran 2010 mama membelikanku boneka ini. Pada akhirnya boneka ini harus hilang saat mudik 2011. Semoga yang menemukannya merawatnya dengan baik. Aku sampai sekarang suka menanyakannya sama mama, kalo yang hilang lainnya seperti kelinci, barney dan gajah udah digantikan dengan yang persis, tapi yang bealler ini belom ada yang sama, jadi mama belom membelikan ganti yang sama persis tapi kalo hanya mirip udah dibelikan, aku kasih nama si imut dan Bella. nanti dipostingan selanjutkan akan aku kasih lihat yah.

Cerita “Helm” Kecilku

Published February 20, 2012 by kinanthi09
helm untuk balita

Ini aku dan helm pertamaku

Sejak kejadian Sabtu pagi dibulan Awal bulan July 2011 lalu, dimana Ayah, mama dan aku jatuh dari motor saat itu, Mama dan Ayah selalu berhati hati saat mengajakku naik motor. Saat itu aku dalam gendongan Mama, mama melindungi kepalaku dengan tangan dari benturan, tangan mama kena dan juga kepalaku terluka. ALhamdulilah, Alhamdulilah, sujud syukur kepada Allah Swt  hanya luka lecet diluar.  Lalu sejak itu ayah membelikanku helm kecil untuk pengaman ketika aku diajak berjalan jalan naik motor.  Ya Allah, semoga Engkau selalu melindungi keluarga kami, Ayah, Mama dan Aku dari segala mara bahaya *amien.

Jalan Jalan Keliling Pulau Batam dan “Barelang Bridge”

Published February 14, 2012 by kinanthi09

Kemarin waktu ada Yang Ti dan Kung Ri, kami sekeluarga berjalan jalan keliling pulau Bintan. Sayang Yang Ti dan Kung Ri hanya tinggal 2 minggu bersama kami. Akhirnya kemarin tanggal 4 February 2011 Ayah dan Mama mengantarkan Yang Ti dan Kung Ri ke Batam, untuk berjalan jalan dulu keliling Batam untuk kemudian menginap satu malam dan esok harinya tanggal 5 February penerbangan pagi pulang ke Jawa Timur.

Wah senang sekali lagi lagi Ayah dan mama mengajakku berjalan jalan keliling Batam lagi, dulu pertama kali kayaknya pas aku umur 7 bulan-an lebih gitu keliling Batam sama Atung. Berangkat dari rumah naik kapal Roro pagi akhirnya satu jam perjalanan sudah sampai di Batam. Sudah dijemput mobil dari sebuah “Rent CAR” yang dihubungi ayah. Kami ingin berkeliling pulau Batam dan mengunjungi tempat wisata Jembatan Barelang dan pulau Galang.

Tujuan pertama adalah mengajak Yang Ti jalan jalan ke daerah Industri Galangan kapal dimana ada sebuah industri besar “Mc Dermot” berada, kemudian kearah daerah industri panbil atau muka kuning, kemudian terus kearah Barelang. Alhamdulilah sampai juga di Jembatan Barelang.

Ini dia aku berphoto bersama keluarga di Jembatan Barelang.

At Barelang Bridge Batam

Wah anginnya kencang sekali, pemandangan dari atas Jembatan Barelang indah sekali.

Kata Mama, Jembatan Barelang ini dibangung menghubungkan pulau  Batam- Rempang- Galang, makanya disingkat jembatan BARELANG, nama yang cantik yah. Ada 7 jembatan dibangun disitu. Yang paling keren jembatan pertama menuju ke pulau galang. Tujuan kami adalah ke tempat bekas kamp pengungsi vietnam atau manusia perahu dari vietnam yang pada jaman dahulu pergi meninggalkan negara mereka yang terjadi perang saudara dan akhirnya banyak terdampar di pulau daerah Keppri ini. Akhirnya UNHCR, badan PBB yang mengurusi pengungsi dan pemerintah indonesia memfasilitasi dan mengumpulkan para manusia perahu vietnam ini untuk tinggal di pulau galang dengan segala fasilitas yang dibangun oleh UNHCR dan pemerintah Indonesia. Sebelum akhirnya mereka di fasilitasi untuk mendapatkan suaka atau warga negara dari negara negara yang mau menerima mereka dan juga sebagian dipulangkan kembali kenegara mereka. Begitu cerita mama sama Kung Ri dan Yang Ti, yang aku dengar saat perjalanan kesana. Tapi sebelum masuk ke kamp pengungsi kami singgah dulu disebuah vihara yang cantik ini dia photoku saat di vihara tersebut, saat itu ada beberapa pengunjung yang nampaknya wisatawan dari luar negeri sedang bersembahyang di vihara tersebut.

kinan di Vihara pulau galang  Batam

Berpose saat di vihara pulau Galang - Batam

Dari vihara ini kami melanjutkan perjalanan kearah bekas kamp pengungsi vietnam yang tidak jauh dari situ.  Membayar Rp. 22.000 kami bisa masuk ke lokasi dengan mobil, saat masuk terlihat pemandangan monyet monyet liar bergelantungan diatas pohon pohon hutan disekitar area. Hmm..kata mama sepi, mama kayaknya agak sedikit khawatir dengan suasananya, kita melewati bangunan bekas rumah sakit, PMI, bekas barak barak atau tempat tinggal, humanity statue, pemakaman, areal sekolah dan tempat ibadah (gereja, vihara), areal penjara atau karantina, musium, kantor UNHCR, dan masih banyak lainnya. Kemudian berhenti untuk mengabadikan dalam kamera di tempat perahu milik para pengungsi yang dipajang sebagai bukti sejarah. Ini dia aku dan keluarga berphoto disitu;

kinan and family at vietnam camp galang island

Kami berpose didepan perahu yang digunakan para pengungsi dulu.

Setelah puas mengitari kawasan bekas pengunsi manusia perahu di pulau galang dan sekitarnya, kami segera melanjutkan perjalanan kembali kearah pulau Batam, saat itu jam menunjukkan pukul  satu kurang. Dan Mama tampaknya sudah memberi isyarat ke Ayah kalo saatnya makan siang. Akhirnya kami memilih rumah makan “wong cilik” rumah makan dengan lisensi milik wakil gubernur kepri “bapak suryo”  yang kedua didaerah Batam, disini menyediakan banyak menu, saat itu mama pesan bakso dan sop buntut untuk aku. Saat itu mama agak khawatir karena makanku susah dan hanya  sedikit. Ini aksiku di rumah makan wong cilik

rumah makan wong cilik Batam

Aksiku dirumah Makan Wong Cilik

Dari sini kita menuju kearah pelabuhan Kapal Ferry Sekupang, lewat kawasan otorita Batam yang pertama dikembangkan oleh bapak BJ Habibie, terus kearah pantai Tanjung Pinggir dimana background pantainya adalah pulau Singapura di belakangnya. Wah terlihat dekat sekali, tapi sayang cuaca panas dan berkabut jadi tidak tampak jelas tapi  sedikit kabur. Kapan ya Ayah dan Mama mengajakku ke pulau singapore sebagai “next destination” untuk jalan jalan? semoga secepatnya *amien

Inilah kisahku jalan jalan berkeliling pulau Batam, tapi itu belom kelar semua, belom ke arah pantai Nongsa dan juga ke tempat wisata Okarina, semoga suatu saat ayah dan mama bisa mengajakku bermain main kesana.

Edisi Ulang Tahun

Published February 12, 2012 by kinanthi09

Seperti diawal posting blog ini, aku dilahirkan mama pada tanggal 20  agustus 2009. Usiaku saat ini 2 tahun 5 bulan 23 hari. Tidak ada perayaan spesial saat hari lahirku tiba. Biasanya mama hanya membelikanku kue ultah  yang dimakan rame rame. Aku senang kebersamaannya dan tentunya banyak dapat doa dari Ayah dan Mama serta saudara saudara yang lain.

Ini dia edisi ulang tahunku yang pertama dan kedua

ulang tahun pertama

Happy Birthday 2 years old

Penampilan baruku”botak” di usia 5 bulan

Published February 11, 2012 by kinanthi09

Sejak dari lahir mama dan ayah belom menggundul rambutku. Waktu aqeqoh hanya di gunting gunting sedikit saja sama para kakek dan bapak ulama ditempat Atung. Kata mama kasihan kalo melihatku harus digundul, sampai akhirnya dikepala mungilku saat itu muncul bintik bintik hitam, mama takut tambah banyak akhirnya mama mutuskan untuk menggundul kepalaku. Digundulin sama siapa?? Mama dan Ayah tidak berani begitu juga Mbah Uti, akhirnya dibawa ke salon di Tanjung Uban. Kata mama saat itu membayar dua puluh ribu rupiah di salon “Pesona”. Ini dia penampilan baruku saat bulan January 2010.

kinan digundul

wah bersih deh, inilah penampilan saat aku digundul

Bermain dengan “EVAMAT”

Published February 11, 2012 by kinanthi09

Wah siapa itu “EVAMAT” kata mama itu produk untuk karpet atau tikar anak anak yang berwarna warni dan ada puzzlenya dengan gambar karakter yang bermacam macam, ada binatang, sayuran,alat transportasi, huruf, angka dan yang lain sebagainya. Waktu pergi ke Tanjung Pinang  mama membelikanku beberapa set. Ini dia aku saat bermain main dengan “Eva Mat”

main dengan karpet evamat

Mama bikin terowongan aku merangkak ditengahnya

kinan dan mainan puzle evamart

kinan dan puzzle evamart